السـلام عليكم و رحمة الله وبركا ته

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه. أما بعد

Tampilkan postingan dengan label Penyimpangan Firqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyimpangan Firqoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

Sudah Saatnya Menyadari Hakekat Ajaran Sufi


(Oleh: Ustadz Abul Hasan Abdullah Taslim)
 
PENDAHULUAN
Istilah “sufi” atau “tasawwuf” tentu sangat dikenal di kalangan kita, terlebih lagi di kalangan masyarakat kebanyakan. Istilah ini sangat diagungkan dan selalu diidentikkan dengan kewalian, kezuhudan dan kesucian jiwa. Bahkan mayoritas masyarakat beranggapan bahwa seseorang tidak akan bisa mencapai hakikat takwa tanpa melalui jalan tasawwuf. Opini ini

NII (Negara Islam Indonesia)

Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

N.I.I adalah ahlul bid’ah dari firqah yang sesat dan menyesatkan. Mereka ini telah pecah menjadi berfirqah-firqah, salah satunya adalah Pesantren Al-Zaytun yang ada di Indramayu yang di ketuai oleh Abu Toto.

Di antara bid’ah-bid’ah N.I.I ialah:

Jumat, 23 Maret 2012

Fatwa - Fatwa Sesat Agama Syi'ah


Abdullah bin Saba’ adalah seorang pendeta Yahudi dari Yaman yang pura-pura masuk Islam pada akhir kekhalifahan ‘Utsman radiallahu ‘anhu. Dialah orang yang pertama mengisukan bahwa yang berhak menjadi khalifah setelah Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam adalah Ali Shallallahu ‘AlaihiWasallam.

Minggu, 07 Agustus 2011

Membongkar Kesesatan Dan Penyimpangan Gerakan Dakwah Ikhwanul Muslimin

Oleh
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary Al-Medany
SEJARAH IKHWANUL MUSLIMIN
Ikhwanul Muslimin adalah pergerakan Islam – yang didirikan oleh Hasan Al-Banna (1906-1949 M) di Mesir pada tahun 1941 M. Diantara tokoh-tokoh pergerakan itu ialah : Said Hawwa, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba`i, dan lain sebagainya.

Membongkar Kedok Jamaah Tabligh

Jamaah Tabligh tentu bukan nama yang asing lagi bagi masyarakat kita, terlebih bagi mereka yang menggeluti dunia dakwah. Dengan menghindari ilmu-ilmu fiqh dan aqidah yang sering dituding sebagai 'biang pemecah belah umat', membuat dakwah mereka sangat populer dan mudah diterima masyarakat berbagai lapisan.
Bahkan saking populernya, bila ada seseorang yang berpenampilan mirip mereka atau kebetulan mempunyai ciri-ciri yang sama dengan mereka, biasanya akan ditanya; ”Mas, Jamaah Tabligh, ya?” atau “Mas, karkun, ya?” Yang lebih tragis jika ada yang berpenampilan serupa meski bukan dari kalangan mereka, kemudian langsung dihukumi sebagai Jamaah Tabligh.
Pro dan kontra tentang mereka pun meruak. Lalu bagaimanakah hakikat jamaah yang berkiblat ke India ini? Kajian kali ini adalah jawabannya.

Rabu, 03 Agustus 2011

Penyimpangan Sufi dan Tasawuf,

Jika anda pernah mempelajari tentang dunia Tasawuf, anda sama sekali takkan asing dengan istilah pembagian para ulama; yang mereka bagi menjadi beberapa tingkatan…
Pembagian itu adalah :
1. Ulama dengan tingkat Syari’at
2. Ulama dengan tingkat Thariqat
3. ulama dengan tingkat Hakikat
4. Ulama dengan tingkat Ma’rifat
Untuk lebih memperjelasnya, abah akan coba bernostalgia menjabarkan pembagian ini seperti saat dulu mengajar kepada para murid-murid Abah di padepokan “SAKI ILANDA” yang pernah mencuat namanya pada beberapa belas tahun silam ; tepatnya sekitar tahun 1995-an.
Yang berbeda adalah jika saat ini Abah membahasnya, maka berbarengan itu pula abah menjelaskan kekeliruannya…

Kesalahan dan Penyimpangan Jamaah Tabligh

Oleh : Al Ustadz Muhammad Ali Ismah Al Maidani
Pertama: menggunakan manhaj sufi dalam bidang aqidah, dakwah, ibadah, cara para pengikutnya, amirnya dan syaikhnya. Sehingga terjadi pada individu-individu kelompok ini, khususnya non arab, bid’ah-bid’ah, kesyirikan-kesyirikan, jimat-jimat dan lain-lain. Jimat itu pernah dibuka dan saya melihat di dalamnya tertulis dengan bentuk segi tiga, segi empat, ayat-ayat yang terpotong-potong dan tulisan-tulisan yang tidak difahami. Dan berisi panggilan kepada nama-nama yang asing seperti Ya Baduh, Ya Syaddad. Demikian juga, mereka beribadah kepada tempat-tempat yang dianggap keramat dan kubur-kubur. Mereka berdo’a dan memohon berkah kepadanya.

Sepak Terjang Syi’ah di Indonesia


(Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat)
Perjalanan kaum Syi'ah di negeri ini semakin jelas. Dimulai ketika terjadi revolusi Iran yang mengantarkan ajaran atau (tepatnya disebut) dîn (agama) Syi'ah menguasai Iran sebagai agama penguasa setelah pemerintahan Reza Pahlevi runtuh. Setelah terjadi revolusi di Iran di penghujung tahun 1979, mereka mulai menyebarkan ajaran mereka keseluruh negeri Islam dengan mengatas-namakan dakwah Islam. Terutama ke negeri Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah kaum Muslimin.