Kebanyakan orang malah ingin kondang dan tenar. Keinginan ini sering
kita temukan pada para artis. Namun orang yang tahu agama pun punya
keinginan yang sama. Ketenaran juga selalu dicari-cari oleh seluruh
manusia termasuk orang kafir. Akhirnya, berbagai hal yang begitu aneh
dilakuin karena ingin tenar dan tersohor. Berbagai rekor MURI pun ingin
diraih dan dipecahkan karena satu tujuan yaitu tenar.
Sungguh hal ini sangat berbeda dengan kelakukan ulama salaf yang
selalu menyembunyikan diri mereka dan menasehatkan agar kita pun tidak
usah mencari ketenaran.
Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Wahai hamba Allah,
sembunyikanlah selalu kedudukan muliamu. Jagalah selalu lisanmu. Minta
ampunlah terhadap dosa-dosamu, juga dosa yang diperbuat kaum mukminin
dan mukminat sebagaimana yang diperintahkan padamu.”
السـلام عليكم و رحمة الله وبركا ته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه. أما بعد
Tampilkan postingan dengan label Kisah Shalafus-Shalih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Shalafus-Shalih. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Agustus 2012
Minggu, 29 April 2012
Kisah-kisah Teladan Menakjubkan Tentang Semangat Menuntut Ilmu
Berikut ini adalah sepenggal kisah-kisah
menakjubkan tentang kesungguhan para Ulama dalam menuntut ilmu. Semoga
bisa menjadi pelajaran dan teladan bagi kita untuk bersemangat
menjalankan aktifitas ilmiyyah : menempuh perjalanan menghadiri majelis
ilmu, mencatat, murojaah (mengingat kembali pelajaran yang
sudah didapat),
Kamis, 09 Februari 2012
Kemuliaan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu
Jumat, 03 Februari 2012
HABIB BIN ZAID RADHIYALLÂHU'ANHU
Sosok yang dipilih Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam untuk menyerahkan surat ke Musailamah al-Kadzdzâb si nabi palsu adalah Habîb bin Zaid bin ‘Ashim bin ‘Amr bin ‘Auf bin Mabdzûl bin ‘Amr bin Ghânim bin an-Najjâr al-Anshâri al-Mâzini an-Najjâri.[1] Beliau seorang yang mulia yang berasal dari keluarga yang baik.
Langganan:
Postingan (Atom)
hjt.jpg)
dgh.jpg)