السـلام عليكم و رحمة الله وبركا ته

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه. أما بعد

Rabu, 12 Juni 2013

MENJAGA PANDANGAN SERTA UCAPAN


Abud Darda' rahimahullah berkata:
"Wahai anakku, janganlah engkau mengikuti pandanganmu kepada setiap apa yang engkau lihat pada manusia. Sesungguhnya barangsiapa mengikuti pandangannya kepada setiap apa yang terlihat dari manusia, akan panjang kesedihannya dan tidak akan berkurang kemarahannya. Barangsiapa tidak mengetahui nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala kecuali pada makanan atau minumannya, sungguh sedikit ilmunya dan telah datang adzabnya. Barangsiapa yang tidak merasa cukup dari dunia, maka tidak ada dunia baginya." (Az-Zuhd karya Al-Imam Ahmad, hal. 196)
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Sungguh aku telah bertemu dengan beberapa kaum (yakni ulama), yang bila salah seorang mereka duduk bersama sekelompok orang, tentu mereka akan menganggapnya orang yang lemah -karena diamnya yang lama-. Padahal dia sama sekali tidak lemah, justru dia seorang muslim yang faqih." (Shahih Az-Zuhd, Waki' ibnul Jarrah, hal. 55)
(Diambil dari At-Tajul Mafqud, hal. 93 dan 96)
Sumber: Majalah Asy Syari'ah, no.39/IV/1429 H/2008, rubrik Permata Salaf.

JAGALAH ILMU DENGAN MENINGGALKAN MAKSIAT


Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: 
"Sesungguhnya aku memandang bahwa seseorang yang dilupakan dari suatu ilmu yang sebelumnya telah diketahuinya adalah karena kesalahan yang telah dilakukannya."
Al-Imam Waki' rahimahullah berkata: 
"Minta tolonglah (kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala) untuk menjaga hafalanmu dengan cara meninggalkan maksiat."
Al-Imam Malik rahimahullah berkata Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah di awal perjumpaan beliau dengannya:
"Sesungguhnya aku melihat bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan cahaya ke dalam hatimu, maka janganlah engkau padamkan dengan kegelapan maksiat."

WASIAT SEORANG AYAH KEPADA PUTRANYA (2)


Qais bin 'Ashim berwasiat kepada putra-putranya, beliau rahimahullah berkata:
"Bertaqwalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan jadikanlah orang tertua di antara kalian sebagai pemimpin. Sungguh apabila suatu kaum mengangkat orang tertua mereka sebagai pemimpin niscaya pemimpin tersebut akan menggantikan peran orang tua mereka dalam memberikan/melakukan yang terbaik bagi mereka. Jikalau orang termudanya dijadikan sebagai pemimpin yang ditaati tentu akan menyebabkan berkurangnya penghormatan terhadap orang-orang tuanya, berakibat pada pembodohan mereka, peremehan, serta sikap tidak merasa butuh terhadap orang-orang tua tersebut.

WASIAT SEORANG AYAH KEPADA PUTRANYA (1)


Al-Imam Ja'far Ash-Shadiq rahimahullah berwasiat kepada putranya, Musa. Beliau rahimahullah berkata:
Wahai anakku…. barangsiapa merasa cukup dengan apa yang menjadi bagiannya maka dia akan menjadi kaya dan barangsiapa memanjangkan pandangannya kepada apa yang ada di tangan orang lain niscaya dia akan mati dalam keadaan miskin.
Barangsiapa yang tidak ridha dengan apa yang diberikan untuknya berarti telah mencacati Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam ketetapan takdir-Nya.
Barangsiapa menganggap kecil ketergelinciran orang lain maka menjadi besarlah ketergelinciran dirinya. 

Manfaat Rasa Lapar


Ibnu Abi ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Muhammad bin Wasi’ rahimahullah bahwa dia berkata, “Siapa yang sedikit makannya dia akan bisa memahami, membuat orang lain paham, bersih, dan lembut. Sungguh, banyak makan akan memberati seseorang dari hal-hal yang dia inginkan.”

Minggu, 18 November 2012

Cara Menggapai Kelezatan Beribadah

Oleh: Syaikh Abdulaziz bin Baz – rahimahullah -

Pertanyaan:
Apa penyebab hilangnya kelezatan dalam ibadah, dan bagaimana solusi praktis untuk mengatasinya?
Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم: الحمد لله وصلى الله وسلم على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه أما بعــد

Tidak ragu bahwa ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla memiliki kelezatan yang sangat agung dalam hati seorang mukmin dan mukminah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Keutamaan dan Manfaat Istighfar


Istighfar, memohon ampun kepada Allah adalah amalan yang sangat mulia, sangat banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari istighfar kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yang mana tidak ada satu pun dari kita yang tidak membutuhkan manfaat dan buah dari istighfar itu. Berikut ini adalah sebagian dari begitu banyaknya manfaat-manfaat istighfar, sekaligus sebagai penjelas akan keutamaan istighfar kita kepada Allah ta’ala.