السـلام عليكم و رحمة الله وبركا ته

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه. أما بعد

Kamis, 13 Juni 2013

Umar bin Khaththab dan Seorang Badui

Apakah istri anda pernah marah? berkata atau berlaku kasar terhadap anda? Pada saat-saat tertentu, wanita memang bisa berubah menjadi sangat emosional. Misal saat haid dan mengandung, atau bila kecapekan. Bahkan seorang istri shalihah pun, kadang bisa hilang kendalli, menguap kelembutannya. Bila anda merasa sesak dan panas hati oleh kelakuannya itu, ada baiknya anda membaca kisah berikut ini.

Diriwayatkan bahwa seorang badui datang untuk mengadu kepada khalifah Umar bin Khatab, untuk mengadukan kepadanya, mengenai buruknya akhlak istrinya. Ketika sampai dirumah Umar dan mengetuk pintunya, dia mendengar istri Umar meninggikan suaranya dihadapannya. Maka orang badui itu berpaling kembali, sambil berkata dalam hatinya, "Celaka aku, jika demikian keadaan Amirul Mukminin, maka bagaimana halnya denganku?"



Umar keluar dan melihat laki-laki ini pergi. Maka ia bertanya, "Ada apa denganmu?" ia mengatakan, "Wahai Amirul Mukminin, hajatku telah selesai." Umar berkata kepadanya,"Kemarilah, dan ceritakan kepadaku  apa yang engkau inginkan,"Maka si badui itu pun mengatakan, "Wahai Amirul Mukminin, aku datang untuk mengadukan kepadamu tentang buruknya akhlak istriku. Tetapi aku melihat istri mu sama seperti istri ku, bahkan lebih. Maka aku mengatakan."Jika demikian keadaan Amirul Mukminin, maka bagaimana halnya denganku?"

Maka umar berkata kepadanya. "Aku bersabar terhadapnya karena ia mempunyai hak-hak terhadapku. Dia merawat anak-anakku, memasakan makananku, mencuci pakaian ku, dan membersihkan rumahku. Aku bersabar terhadapnya karena dia mempunyai hak-hak terhadapku. "

Demikianlah, seorang Umar bin Khatab semoga Allah meridhoinya, sahabat Rosulullah Shallalahu 'Alaihi Wassalam yang dikenal paling tegas dan keras, ternyata bisa bersabar dalam menghadapi istrinya.

Sikap seperti itulah yang selayak nya kita teladani, untuk menghadapi istri-istri kita. Ingat, sabar dan mengalah, bukan berarti kalah. Jika ingin menasehatinya, tunggu emosinya biar mereda, dan nasehati dia dengan kelembutan, Jangan marah di balas marah, kasar di balas dengan kasar. Juga, jangan lari darinya atau meninggalkannya, itu akan hanya menambah dan memperkeruh masalah.

Ingatlah hadist Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam

"Kaum mukminin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada istri-istrinya." (riwayat Tirmidzi)

Semoga rumah tangga kita akan dipenuhi dengan sakinah. mawaddah, wa rahmah.


dikutip dari Majalah Fatawa Hal 43. vol V/N0.04 April 2009

ersunnah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar